Tumbuh dan berkembanglah Laos!

Laos, atau Republik Demokratik Rakyat Laos adalah negara ke-8 bergabung dengan ASEAN, pada tahun 1997. Negara yang dahulunya disebut sebagai negeri seribu gajah ini lama mengalami pergolakan dan peperangan, sehingga perkembangan di berbagai sektor pun lambat dicapai. Bergabung dengan ASEAN di tahun 1997, disusul  dengan keanggotaannya di WTO (World Trade Organization) merupakan langkah awal bagi Laos untuk memulai perannya di kancah internasional.

Laos baru dapat membuka diri terhadap negara lain pada tahun 2004, sehingga kontribusinya di dalam ASEAN belum tergolong banyak. Ketertinggalannya dari anggota ASEAN yang lain tidak membuat Laos menjadi negara yang bisa dianggap remeh. Laos menunjukkan intensi yang kuat untuk berkembang, ditandai dengan membaiknya hubungan dagang dengan Amerika Serikat, serta keanggotaannya dalam organisasi internasional hingga saat ini; diantaranya ASEAN, AFTA (ASEAN Free Trade Area), FAO (Food and Agriculture Organization), IFC (International Finance Corporation), IMF (International Monetary Fund), UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization), WHO (World Health Organization), dan masih banyak lagi.

Tertinggal dalam berbagai bidang membuat Laos membutuhkan dukungan dan bantuan dari negara-negara tetangganya di wilayah Asia Tenggara. Menjalin hubungan kemitraan dengan negara lain dapat mendukung tercapainya perkembangan yang dicita-citakan. Kerjasama antara Vietnam, Laos dan Kamboja dalam ilmu sosial misalnya, diharapkan dapat membantu Laos (serta Vietnam dan Kamboja) lebih berkembang dalam bidang keilmuan. Menjadi salah satu negara anggota ASEAN memberi Laos ruang untuk berpartisipasi, belajar, dan bekerjasama dengan rekan anggota lainnya. Terlebih menjelang ASEAN Community 2015, yang bertujuan menjadikan ASEAN sebagai komunitas tunggal baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial-budaya. Melalui AFTA, negara-negara ASEAN dapat menjalin hubungan kemitraan di bidang ekonomi dengan lebih baik sehingga pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut, termasuk Laos, dapat ditingkatkan. Kerjasama Laos dengan sesama negara agraris, seperti Indonesia, Thailand, atau Vietnam dapat pula dijalin untuk membantu mengembangkan sektor agrikultur serta teknologi yang digunakan. Kebijakan bebas visa diantara negara-negara ASEAN, yang membuat warga negara ASEAN bebas masuk ke negara ASEAN lainnya tanpa harus memiliki visa, dapat pula membantu Laos dalam sektor pariwisata karena akses yang lebih mudah ini.

Dengan adanya hubungan-hubungan kerjasama dengan negara lain, khususnya di wilayah ASEAN, diharapkan dapat membantu perkembangan Laos dalam berbagai bidang sehingga dapat meminimalisir ketertinggalan Laos dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s