Negara-negara di ASEAN bebas visa?

Tourism atau pariwisata memang tidak pernah menjadi topik yang membosankan. Kita selalu butuh getaway — meluangkan sebagian waktu untuk plesir atau refreshing diantara kesibukan sehari-hari. Tujuannya pun beragam; mulai dari wisata edukatif seperti kebun binatang atau museum, wisata alam seperti pantai atau pegunungan, maupun wisata kuliner. Banyak tempat-tempat yang bisa dijadikan tujuan wisata di negara kita ini. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk berwisata ke luar negeri, baik itu ke negara tetangga ataupun ke belahan dunia lainnya.

Sudah pernah berwisata ke luar negeri? Memang tidak semudah berwisata domestik karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah memiliki passport dan visa. Passport merupakan sebuah dokumen resmi dari pemerintah yang berisi identitas pribadi dan kewarganegaraan seseorang. Visa juga merupakan dokumen resmi dari pemerintah, yang membedakan dengan passport adalah visa mengijinkan seseorang mengunjungi suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Jadi visa memang memiliki ‘masa berlaku’ yang lebih singkat dan terbatas daripada passport.

Membutuhkan passport dan visa merupakan upaya suatu negara untuk memelihara keamanan dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (dan dianggap mengganggu keamanan negara). Kedua dokumen resmi dari pemerintah ini akan ditelusuri dan diverifikasi oleh negara yang dikunjungi, sehingga jika terjadi sesuatu dengan pemilik dokumen akan jelas alur pertanggungjawabannya.

Saat ini sebagian besar negara masih mewajibkan pengunjung untuk memiliki visa sebelum memasuki wilayahnya; termasuk Myanmar. Jadi kalau tujuannya ingin berwisata — ke Myanmar misalnya — juga perlu visa? Perlu, dengan alasan seperti diatas. Negara bertanggungjawab atas keamanan wilayah dan seisinya; dan kebijakan ini termasuk salah satu tindakan pemeliharaan keamanan. Lalu bagaimana jika sektor pariwisata yang kena imbasnya? Kenapa tidak dihapuskan saja supaya turis dari negara lain lebih mudah berkunjung? Bisa saja sebenarnya; seperti yang sedang dilakukan negara-negara ASEAN. Beberapa tahun terakhir, negara-negara anggota ASEAN sedang mengembangkan program bebas visa bagi warga negara ASEAN yang ingin berkunjung ke negara ASEAN lain (bukan negara tempat ia berasal).  Ya, kebijakannya ini memberikan kebebasan mengadakan kunjungan  diantara negara-negara ASEAN tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu. Alasannya memang untuk mempermudah akses, baik dari segi pariwisata, bisnis, maupun hubungan kerjasama antarnegara lainnya. Namun memberlakukan kebijakan ini bukannya tanpa resiko. Masing-masing negara harus memiliki standar keamanan yang sama. Bukankah justru akan berdampak buruk bagi pariwisata dan hubungan antarnegara jika standar keamanannya timpang, walaupun turis asing bebas berkunjung ke suatu negara? Bebas visa atau tidak, negara tetap wajib mengupayakan — menjamin keamanan wilayahnya. Menerapkan kebijakan bebas visa diantara negara-negara ASEAN atau tidak, semoga dengan adanya kebijakan-kebijakan dalam menyambut ASEAN Community 2015 hubungan antarnegara ASEAN menjadi lebih erat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s