Budaya sebagai pemersatu antarbangsa

Banyak yang bilang Indonesia itu kaya, sebenarnya. Sumber daya alam melimpah, sumber daya manusia juga tak kalah banyaknya. Selain yang dua ini, ada lagi yang menjadi perhatian masyarakat luas dalam lingkup nasional maupun internasional. Budaya. Iya, soal budaya Indonesia jelas kaya. Sebuah negara yang tersusun oleh ribuan pulau dengan demografis yang beraneka ragam, menawarkan variasi budaya yang tidak sedikit pula. Warisan budaya yang dimiliki selalu bisa mengundang decak kagum mereka yang melihat. Dan memang tidak sedikit warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dan dikenal secara internasional. Ambil contoh Batik, yang sudah mendapat acknowledgement dari UNESCO yang juga sangat menyarankan agar warisan ini dilestarikan. Ada pula Angklung, alat musik tradisional dari daerah Jawa Barat yang diberikan predikat a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO pada November 2010. Warisan budaya yang pernah menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia juga ada, yaitu Candi Borobudur.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang terletak di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan peninggalan Dinasti Syailendra, dibangun sekitar abad ke-9. Sejak awal berdirinya, situs ini memang berfungsi sebagai tempat meditasi dan ibadah penganut agama Buddha; bahkan hingga saat ini. Saat hari raya Waisak setiap tahunnya, ada kegiatan-kegiatan yang digelar di Candi Borobudur, baik kegiatan yang bersifat kebudayaan maupun religi.

Beberapa tahun yang lalu para peneliti menemukan fakta menarik tentang Candi Borobudur. Ternyata terdapat kesamaan antara relief yang ada di Candi Borobudur dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal jika kita telusur ke belakang, Candi Borobudur sudah ada 3 abad sebelum Candi Angkor Wat berdiri. Masa iya, ini kebetulan?
Menilik sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi, ada sebuah teori yang dicetuskan mengenai Dinasti Syailendra ini. Teori ini menyebutkan bahwa Dinasti Syailendra berasal dari Kamboja, yang kemudian menyingkir ke tanah Jawa. Lingkup kekuasaan dinasti ini memang luas, bahkan untuk di Indonesia sendiri tidak hanya di tanah Jawa tetapi juga meliputi daerah Sumatera.

Adanya kesamaan pada kedua candi tersebut memang bukan kebetulan, melainkan salah satu titik dari benang merah yang menghubungkan kedua negara yang tergabung dalam ikatan persaudaraan antarnegara di wilayah Asia Tenggara, yaitu ASEAN. Jika ingin menelusuri lebih jauh, kita bisa menemukan lebih banyak kesamaan diantara sepuluh negara-negara ASEAN. Kemiripan bahasa dengan Malaysia, misalnya. Karena bersumber dari kebudayaan Melayu maka ada pula kemiripan bahasa, logat, dan kesenian dengan negara tetangga kita itu. Kesamaan lain dalam hal nilai-nilai yang diterapkan, legenda yang berkembang, keterhubungan dalam sejarah, serta kesenian yang dilestarikan semakin memperkuat ide bahwa negara-negara yang tergabung dalam ASEAN adalah serumpun.

Dengan menyadari bahwa kesepuluh negara anggota ASEAN merupakan negara-negara yang serumpun, maka bertambah pula-lah alasan yang mendukung terjalinnya hubungan yang lebih erat diantara negara-negara tersebut. Terlebih menjelang ASEAN Community 2015, yang sudah didepan mata. Adanya persamaan-persamaan itulah yang mendasari tercetusnya pilar sosial-budaya sebagai salah satu pilar dalam program ASEAN Community 2015. Pilar sosial-budaya ini mengingatkan kita bahwa persamaan dalam bidang sosial-budaya dapat menjadi pemersatu bangsa-bangsa di wilayah Asia Tenggara;  bahwa diantara sederet perbedaan yang dipunya masih banyak kesamaan yang mempersatukan.  ASEAN Community merupakan salah satu upaya untuk mendukung tercapainya tujuan dari organisasi multibangsa di Asia Tenggara ini. Tujuan yang kian dipertegas, agar para anggotanya semakin terlibat dalam perwujudannya; yaitu terciptanya ikatan dan kerjasama antarbangsa yang lebih kondusif dan beneficial bagi anggotanya.

Sebuah organisasi, dalam bidang apapun itu, pada intinya adalah untuk mempersatukan; dibentuk atas dasar kesamaan yang dimiliki anggotanya; bersatu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Begitu pula dengan ASEAN. Nah, karena kita sudah tergabung dalam ASEAN dan semakin banyak fakta tersaji didepan kita mendukung untuk terjalinnya hubungan antarnegara yang lebih baik, mengapa tidak kita rangkul negara-negara tetangga dengan lebih erat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s