salon Thailand ditengah-tengah kita: hambatan atau peluang?

agustus 2013. sekarang sudah hampir penghujungnya malah, september sudah didepan mata. tahun 2014 juga makin dekat. berarti tahun 2015 juga sebentar lagi.. hmm iseng banget sih counting down the months. maklum, mahasiswa tingkat akhir nih. selalu diburu waktu bawaannya. hehe

sebenarnya di tahun 2015 memang ada yang ditunggu-tunggu. itu lho, ASEAN community 2015. tadinya sih saya belum tahu menahu soal ini. tapi begitu tahu, jadi bener-bener penasaran..  ternyata program-program yang sedang digodok negara yang tergabung di ASEAN ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarbangsa, sekaligus membangun kerjasama yang lebih menguntungkan negara anggotanya. sebagai realisasinya, ada tiga pilar yang dicetuskan: ASEAN Political-Security Community, ASEAN Economic Community, dan ASEAN Socio-cultural Community.

melalui ASEAN Economic Community diharapkan dapat tercipta interaksi yang lebih beneficial dalam bidang ekonomi untuk negara-negara anggotanya. kebijakan dalam Economic Community ini membuat akses untuk memperluas lingkup bisnis ke negara anggota ASEAN menjadi lebih mudah. bisnis yang sudah kita jalankan di Indonesia bisa kita lebarkan jangkauannya sampai ke negara-negara tetangga kita di ASEAN ini. begitu pula sebaliknya. rekan-rekan dari negara tetangga juga bisa lebih mudah memulai atau mengembangkan bisnisnya ke negara kita tercinta.

nah, bisnisnya nih bisa bisnis apa saja.. termasuk beauty salon. mulai beberapa tahun belakangan ini, masyarakat jadi semakin ‘melek’ tentang estetika. salon, beauty clinic dan semacamnya makin menjamur dimana-mana. mana makin expert aja mereka. haha misalnya nih, sebagai efek diberlakukannya ASEAN Economic Community para expertise dari Thailand membuka salon-salon di kota kita. gimana ya kira-kira?

tentu saja ada bagusnya salon-salon Thailand profesional dan bersertifikat internasional hadir ditengah-tengah kita. masyarakat, baik pengusaha salon maupun pelanggan, jadi lebih sadar dan lebih tahu teknologi terkini dari berbagai treatment yang ditawarkan pada pendatang ini. apalagi pelanggan setia salon kecantikan bisa jadi menyambut dengan sangat terbuka, karena makin banyak cara yang membantu mereka mempertahankan kecantikan. hehe

tapi walau bagaimanapun, ini tetap suatu perubahan. dan akan tetap membutuhkan penyesuaian-penyesuaian dari berbagai pihak. adanya salon Thailand profesional dengan sertifikat internasional berarti menawarkan kualitas yang lebih daripada salon-salon yang sudah ada. jangan heran kalau meningkatnya kualitas diiringi dengan meningkatnya harga. treatment bagus, servis oke, hasil memuaskan biasanya memang tidak murah 😉
kemudian pertanyaannya, apakah kita memang sudah siap untuk merogoh kocek lebih dalam? sesuai dengan daya beli masyarakat? hmmm..

sebenarnya ada peluang untuk berkembang juga sih disini, untuk salon-salon lokal. pengusaha dan SDM dari Thailand datang ke negara kita, membangun usaha, membawa pengetahuan dan keterampilan yang diakui secara internasional; kenapa tidak dijadikan referensi untuk maju? misalnya dari teknologi, treatment, dan service yang ditawarkan bisa jadi bahan kajian untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keterampilan SDM salon lokal. kan Thailand sudah well-known akan kualitas di bidang beauty service nih, justru merupakan sebuah kesempatan yang bagus jika bisa belajar dari ahlinya begini. kita tahu materinya (dalam hal ini berarti pelayanannya), tahu kondisi-situasi lingkungan usaha; dengan modifikasi dan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan ke salon lokal, bahkan jika diolah sedemikian rupa (dengan manajemen dan inovasi yang apik misalnya) bisa memperkuat bargaining power salon lokal di pasaran. bukankah hal yang bagus, ketika salon lokal bisa bersaing — bahkan mengungguli — salon ‘impor’ di tanah sendiri? memangnya yang bisa berkualitas tinggi hanya mereka yang dari luar negeri? 😀 haha

tapi yaaa kembali lagi ke individu masing-masing mau melihatnya sebagai hambatan, tantangan, atau peluang. atau yang lainnya. tergantung dari kacamata dan perspektif yang melihat.. semua masih bebas berpikir dan berpendapat, untuk kemudian menentukan sikap 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s